BAB 7 Teori

* The preview only display some random pages of manuals. You can download full content via the form below.

The preview is being generated... Please wait a moment!
  • Submitted by: Dewa Putu Arya Wiratama
  • File size: 1.5 MB
  • File type: application/pdf
  • Words: 1,731
  • Pages: 38
Report / DMCA this file Add to bookmark

Description

PENGEMBANGAN SISTEM

KELOMPOK 9

Nama :

MUHAMMAD ISKANDAR (0211-11-096) HADI HARJA .P 1/18/13

(0211-11-100)

Tujuan pembelajaran Ø Mengenal pendekatan sistem sebagai kerangka

kerja dasar pemecahan segala jenis masalah.

Ø mengetahui bagaimana cara menerapkan

pendekatan sistem untuk memecahkan maslahmasalah sistem. Ø Memahami bahwa siklus hidup pengembangan

sistem SDLC merupakan sebuah medodologi. Ø Mengetahui dasar-dasar proses pemodalan

dengan diagram arus data dan kasus penggunaannya.

Ø Memahami bagaimana proyek pengembangan 1/18/13

sistem dikelola dengan cara dari atas ke bawah.

Pendahuluan Baik manajer maupun para pengembang sistem dapat menerapkan pendekatan sistemketika memecahkan masalah. Ada 3 tahapan kerja dalam pendekatan sistem ini : persiapan, definisi dan solusi. Dari 3 tahapan tersebut dapat melalui langkah-langkah yang ada didalamnya, yaitu: 1. Persiapan, terdiri dari :

A. melihat perusahaan sebagai sistem. B. mengenal sistem lingkungan. C. mengidentifikasikan subsistem-subsistem perusahaan. 2. definisi, terdiri dari :

A. dari sistem ke tingkat subtitusi

1/18/13

B. menganalisis bagian sistem dengan urutan tertentu

Prototyping adalah penyempurnaan dari pendekatan tradisional. Pendekatan ini menyadari adanya keuntungan dan meminta permohonan umpan balik dari pengguna berulang kali dan meresponnya Dengan perbaikan sistem. Sampai sitem memenuhi kebutuhan para pengguna. Satu pendekatan prototyping bagi pengembangan sistem bersekala besar adalah rapid apolication development (RAD) Atau pengembangan aplikasi cepat. Satu pendejkatan yang dikenal saat ini adalah SDLC , atau pengembangan berfase 1/18/13 ( phase development). Pengembangan sangat

Pendekatan sistem Pencarian asal muasal proses pemecahan masalah secara

sistematis mengarah pada john dewey, seorang propfesor ilmu filosofi di columbia university. Dalam sebuah buku tahun 1910. dewey mengidentifikasikan tiga rangkaian pertimbangan yang terlibat dalam pemecahan konversi secara memadai , yaitu : 1.

Mengenali kontroversi

2.

Mempertimbangkan klaim-klaim altrnatif

1/18/13

Direktur Utama

Subsistem pemasaran

Subsistem produksi

Subsistem S.D.M

Subsistem keuangan

Subsistem layanan informasi. Figur 7.2 masing-masing area bisnis adalah suatu sistem 1/18/13

Upaya definisi Upaya definisi terdiri atas 2 langkah, yaitu : 1.

Melanjutkan dari tingkat sistem ke tingkat subsistem ketika menejer mencoba untuk memahami masalah, analis akan memulai pada sistem yang menjadi tanggung jawab menejer tersebut. Sistem ini dapat berupa perusahaan atau salah satu unitnya. Analisis kemudian dilanjutkan menuju ke bawah hierarki sistem, tingkat demi tingkat.

2.

Menganalisis Bagian-Bagian Sistem Dalam Urut-Urutan Tertentu unsur sistem juga di analisis secara berurutan. Urutan ini ditampilkan dalam unsur yang mencerminkan prioritas dari masing-masing unsur didalam proses

pemecahan masalah. 1/18/13

Unsur-unsur tersebut adalah Unsur 1. mengevaluasi standar Unsur 2. membandingkan output sistem dengan standar Unsur 3. mengevaluasi manajemen Unsur 4. mengevaluasi prosesor informasi Unsur 5. mengevaluasi input sumber daya input Unsur 6. mengevaluasi proses transformasi 1/18/13

1 Standa r 3 Manajeme n

6 Proses transport asi

4 Pemros es informa si

2 7 out Sumb put er daya 5. Input dan sumber daya input Figur 7.3 masing-masing bagian dari sistem dianalisis secara input 1/18/13 berurutan

Upaya solusi Alternatif yang layak dalam upaya solusi, yaitu : 1. mengidentifikasi solusi alternatif. 2. Mengavaluasi solusi alternatif. 3. Memilih solusi yang terbaik. 4. Mengimplentasikan solusi. 5. Menindaklanjuti untuk memastikan keefektifan

solusi.

1/18/13

Siklus hidup pengembangan sistem Metodoliogi adalah suatu cara yang merekomendasikan dalam melakukan sesuatu. Pendekatan sistem adalah metodologi dasar dalam memecahkan segala jenis macam masalah. Siklus pengembangan sistem (systems development life cycle) “SDLC’’ adalah aplikasi dari pendekatan sistem bagi pengembangan suatu sistem informasi. 1/18/13

SDLC TRADISIONAL Figur 7.4 melingkar dari siklus hidup sistem

1/18/13

Jenis-jenis prototipe : 1. Prototipe evolusioner (evolusionary prototype). #disempurnakan sampai memiliki seluruh fungsionalitas yang dibutuhkan pengguna dari sistem yang baru, kemudian dilanjutkan produksi. 2. Prototipe persyaratan ( requirement s prototype ) #dikembangkan sebagai satu cara untuk mendefinisikan persyaratan-persyaratan fungsional dari sistem baru ketika 1/18/13

Mengidentifikasi 1. Kebutuhan pengguna

Membuat 2. satu prototipe

3.

Apakah prototipe dapat diteriama

Menggunakan prototipe

5.

Figur 7.5 pembuatan prototipe evolusioner

1/18/13

3.

1. Mengidentifikasi kebutuhan pengguna Membuat 2. sebuah protptipe Apakah prototipe bisa diterima? Membuat kode 4.sistem baru Menguji sistem baru

5.

Menentukan apakah prototipe bisa diterima?

Sistem baru menjadi sist5em produksi pembuatan proyotipe

6.

Figur 7.6

1/18/13

persyaratan

Alasan-Alasan menyukai prototyping : 1. Membaiknya komunikasi antara pengembang dan

pengguna. 2. Pengembang dapat melakukan pekerjaan yang

lebih baik. 3. Pengguna memerankan yang lebih aktif. 4. Pengembang dan pengguna menghabiskan waktu

yang lebih sedikit. 5. Implementasi menjadi jauh lebih mudah. 1/18/13

Kesulitan dalam prototyping : 1. Terburu-buru dalam menyerahkan prototipe dapat menyebabkan diambilnya jalan pintas dalam definisi masalah, evaluasi masalah , dan dekomentasi. 2. Pengguna terlalu gembira engan prototipe , yang mengarah pada ekspektasi yang tidak realitis. 3. Prototipe evolusioner tidak terlalu efisien. 4. Tidak mencerminkan teknik desain yang baik. 1/18/13

Pengembangan aplikasi cepat. Rapid Application Development (RAD) Adalah kumpulan strategi, metodologi, dan alat terintegrasi yang terdapat da dalam suatu kerangka kerja yang disebut rekayasa informasi.

Rekayasa Informasi (information engineering-IE) Adalah nama yang diberikan martin kepada keseluruhan pendekatan pengembangan sistemnya. 1/18/13

Unsur-unsur penting RAD, yaitu : 1. Manajemen. 2. Orang. 3. Metodologi. 4. Alat-alat.

1/18/13

Pengembangan Berfase. pengembangan berfase adalah suatu pendekatan bagi pengembangan sistem informasi yang terdiri dari 6 tahap, yaitu : investigasi awal, analisis, desain, kontruksi awal, kontruksi akhir, serta pengujian dan pemasangan sistem. kombinasi dari SDLC Tradisional, prototyping, dan RAD dengan mengambil fitur-fitur yang terbaik dari metodologi. 1/18/13

Investigasi awal Analisis

Modul Sistem

Desain Kontruksi akhir Kontruksi awal

Tinjauan Penggun a

Pengujian & Pengmbang sistem

Figur 7.8 Tahapan Metodologi 1/18/13 Pengembangan Berfase

ALAT-ALAT PENGEMBANGAN SISTEM Pendekatan sistem dan berbagi siklus hidup pengembangan sistem adalah metodologi cara-cara yang direkomendasikan dalam memecahkan masalah-masalah sistem. Metodologi sama seperti sebuah cetak biru yang digambarkan oleh arsitek untuk memandu para kontraktor, tukang kayu, tukang pipa,ahli listrik,dan sejenisnya ketika mereka membangun sebuah rumah. Tetapi menyimpulkan bahwa pemodelan proses dan data model-model objek dapat ditingkatakn dengan menggunakan pola-pola yang pada umumnya terjadi diantara objek . 1/18/13

Diagram Arus Data Suatu diagram arus data (data flow diagram_DFD) adalah penyajian grafis dari sebuah sistem yang mempergunakan empat bentuk symbol untuk mengilustrasikan bagaimana data mengalir melalui proses-proses yang saling tersambung.simbol-simbol tersebut mencerminkan, yaitu :

1. unsur-unsur lingkungan dengan mana sistem brintraksi 2. proses 3. arus data dan 1/18/13

Unsur-unsur lingkungan berada diluar atas sistem.unsur-unsur ini memberikan input data kepada sistem dan menerima output data dari sistem. Istilah terminator sering kali dipergunakan untuk menyatakan unsur-unsur lingkungan,karena menunjukan titik-titik dimana sistem berakhir. Suatu terminator dapat berupa : 1._ orang seperti seorang manajer,yang menerima laporan dari sistem. 2._ organisasi,seperti departemen lain dalam 1/18/13

Proses adalah sesuatu yang mengubah input menjadi output.proses dapat digambarkan dengan sebuah lingkaran, sebuiah persegi panjang horizontal, atau sebuah persegi panjang tegak bersudut melingkar 1/18/13

Arus Data Arus data terdiri atas sekumpulan unsur-unsur data yang berhubungan secara logis ( mulai dari satu unsur data tunggal hingga satu file atau lebih ) yang bergerak dari satu titik atau proses ke titik atau peroses yang lain. Arus data dapat menyebar ketika data yang sama menuju beberapa lokasi di dalam sistem. Arus data harus melibatkan suatu proses data dapat mengalir antara entitas eksternal dan proses antara penyimpanan data dan proses, dan antara dua proses atau lebih. 1/18/13

Penyimpanan Data Ketika kita perlu menyimpan data karena suatu alasan tertentu, maka kita akan menggunakan penyimpanan data. Penyimpanan data adalah suatu gudang data.   Diagram arus data bertingkat ( LEVELED DATA FLOW DIAGRAM ) mengidentifikasikan proses-proses 1/18/13

Pelangga n Mengirimkan surat.

1 Membu ka Surat

Data pesanan

3 Menyor Dimasukkan tir komisi Pesana n penjualan. Figur 7.12 penjual 1/18/13 Penjualan yg

Pesanan

2 Memasuk an Data pesanan Penjualan

Penjualan

4 Menghitu yang disortir. ng Komisi Penjualan catatan penjualan

pesanan penjualan

File dimasukkan

formolir Pesanan Penjualan

Menejer Laporan Penjualan

Diagram Arus Data Sistem Komisi

Ketika menggambarkan sebuah diagram

konteks yaitu :

1. Hanya menggunakan satu symbol proses saja.

Diagram Konteks ( context diagram )

2. Memberikan label pada symbol proses untuk mencerminkan keseluruhan sistem dan dapat menggunakan kata kerja ditambahkan dengan objek seperti “ memperoses komisi penjualan “ atau dapat menggunakan nama sistem seperti dalam figure. 3. Jangan memberikan nomor pada symbol 1/18/13 peroses tunggal.

Mengirimkan surat

Pelanggan

Sistem Komisi Penjualan

laporanManajer

Penjualan komisi penjualan

Figur 7.13 1/18/13

diagram konteks dari sebuah sistem komisi penjualan

Terdapat dua aturan umum yang memandu para pengembang dalam memutuskan beberapa banyak tingkat DFD yang akan digunakan yaitu : 1. Membatasi satu DFD menjadi tidak lebih dari enam hingga delapan peroses. 2. Menggunakan alat lain untuk Berapa Banyak Detail Yang mendokumentasikan tingkat detail yangHarus paling rendah. Ditampilkan

Sistem primer adalah sebuah 1/18/13 program computer dan sistem sekunder

Catatan Penjualan Yg telah disortir

3

Menghitung jumlah komisi

jumlah komisi Menghitung jumlah komisi

laporan komisi Manajer penjualan Penjuala n

Figur 7.14 diagram nomor 4 dari sitem komisi 1/18/13 penjualan

Steering Committee Sim Steering committee SIM menjalankan tiga fungsi utama yaitu : 1. Menciptakan kebijakan yang memastikan

dukungan computer untuk mencapai sasaran strategis perusahaan. 2. Melakukan pengendalian fiscal dengan bertindak sebagai yang berwenang dalam memberikan persetujuan untuk seluruh pemerintah akan perdanaan yang berhubungan dengan computer. 3. Menyelesaikan perselisihan yang terjadi 1/18/13 sehubung dengan prioritas penggunaan

Tugas steering committee SIM adalah melaksanakan seluruh strategis yang dibuat oleh komite eksekutif maupun rencana strategis untuk sumber daya informasi..

Dengan memutuskan manajemen sikus hidup sistem dalam steering Committee, maka akan didapatkan dua keuntungan pertama yaitu meningkatkannya kemungkinan. 1. Computer akan digunakan untuk mendukung pengguna diseluruh perusahaan. 1/18/13

Eksekutif Streering committee SIM

Pemasaran

Pinpinan Proyek tim Model lokasi gudang Pimpinan Proyek Tim MPR II

Produksi

Pinpinan Proyek Tim 1 SDN

Pinpinan proyek Tim sistem Persetujuan kredit

Keuangan

Pinpinan Proyek Tim HRIS

S.D.M Figur 7.17 para manajer dari suatu sitem siklus hidup 1/18/13

disusun dalam suatu hierarki.

Dukungan Web bagi Manajemen Proyek

Selain sistem manajemen proyek berbaris peranti lunak seperti Microsoft project,dukungan juga dapat diperoleh dari internet Contohnya : logic softwere,sebuah perusahaan yang berbasis di Toronto,menawarkan sebuah sistem manajemen proyek yang disebut Easyprojects net. 1/18/13

Input pengestimasian Biaya

Sebuah work breakdown structur ( WBS) mengidentifikasikan aktivitas-aktivitas proyek yang akan membutuhkan sumber daya. Contoh WBS adalah grafik gantt dan diagram jaringan.kebutuhan sumber daya ( resource requitment ) mencantumkan sumber daya tertentu yang akan dibutuhkan dan beberapa jumlahnya. tarif sumber daya (resourse rates ) adalah biaya per unit setiap jenis sumber daya.Estimasi durasi aktivitas ( activity duration estimates ) menyebutkan periode pekerjaan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan aktivitas.informasi historis, 1/18/13 ( historical information ) terdiri atas file-file dari data

Alat-alat dan teknik Estimasi Biaya Teknik ini digunakan ketika hanya terdapat

sedikit informasi lain yang tersedia.teknik ini lebih murah dari pada teknik-teknik yang lain,tetapi pada umumnya kurang akurat.

Estimasi dari bawah ke atas ( bottom-up

estimating ) dimulai dengan detail, seperti aktivitas didalam gerafik gantt, lalu mengalihkannya dengan data biaya seperti tariff per jam untuk karyawan, untuk menghasilkan estimasi biaya proyek. Alat-alat terkomputerisasi ( computerized tools )

dapat digunakan secara terpisah,atau untuk 1/18/13 menyederhanakan alat-alat yang baru